BANGGANYA Polwan Bersuami Sopir Truk, Cuek Dicibir, Skakmat Lewat Fakta: Sopir Bukan Sembarang Sopir

Perbedaan profesi dengan pasangan kerap kali menjadi sorotan.

Kali ini ada polwan yang menikah dengan sopir truk. Tak jarang, si polwan mendapat cibiran karena pekerjaan suaminya yang dipandang sebelah mata.

Namun ternyata ada fakta menarik di balik truk tersebut, hasilkan uang fantastis?

Viral kisah seorang polwan yang memiliki suami berprofesi sebagai sopir truk.

Polwan tersebut bernama Egis Putri, tinggal di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kisah Egis Putri memiliki suami sopir truk viral setelah ia kerap mengunggah video melalui akun TikTok @egisheldo.

Egis sering membagikan kegiatannya sehari-hari bersama sang suami yang berprofesi sebagai sopir truk.

Tak jarang, Egis menerima cibiran lantaran suaminya disebut tak sebanding dengan dirinya yang abdi negara.

Namun Egis tak mau ambil pusing.

Ia cuek saja dicibir, malah makin membuktikan bahwa ia amat bersyukur dengan profesi suami.

“Aku bangga kok suamiku sopir,” ungkap Egis dikutip dari akun TikTok-nya pada Kamis 4 Agustus 2022.

Egis juga mengunggah video menunjukkan perjuangan suaminya bekerja mencari nafkah.

Dalam video terekam aktivitas suami ketika mengangkut muatan menggunakan truk.

Egis mengaku bahwa perjuangan suaminya itu amat berharga untuknya dan keluarga.

“Perjuangan suamiku berharga buat kami,” tulisnya.

Truk Milik Sendiri

Di video lain yang diunggahnya pada Jumat 29 Juli 2022, Egis mengungkap jika suaminya bukanlah sopir truk biasa.

Ia mengabadikan momen ketika menghampiri suami yang tengah sibuk merawat truk.

Ternyata truk yang dikemudikan suami Egis adalah truk milik sendiri.

“Ini gais suamiku sopir bukan sembarang sopir.

Bukan sopir truk biasa tapi alhamdulillah punya sendiri,” ungkap Egis.

Mengetahui bahwa suami Egis punya truk sendiri, netizen pun menyebut jika penghasilannya pasti besar.

“Anjaayyy supir truk besar lohh duit nya banyak itu, klo org yg g tau pasti komen kok suaminya supir.”

“Bner bgt dikira uang supir ga besar bisa nyampe 7jt perbln.”

“Betul, suami saya bawa mobil thermoking, klk laut lagi ramai bisa ngumpulin uang perbulan 10juta.”

“kayak suami adekku guru,punya truk sendiri n nyopir sendiri. satu bulan lumayan loh tembuh di atas 15 juta pemasukan.”

Awal Pertemuan

Egis juga sempat mengungkap bagaimana awal pertemuannya dengan sang suami.

Egis ternyata kakak kelas suaminya ketika masih SMA.

“Jadi aku sama suami itu, aku kakak kelas, dia adik kelas.

Satu sekolah SMA.

Aku kelas 3, dia kelas satu.

Cuman dulu enggak pacaran.

Cuma sekedar kenal,” tuturnya.

“Abis itu aku lulus SMA, langsung jadi polwan, daftar polwan langsung lulus jadi polwan tahun 2009.

Kemudian dia juga kuliah, aku dinas.

Sampai lah ketemu masing-masing.

Dia ke mana, aku ke mana, dan akhirnya ketemu, menikah, deh,” tambah Egis.

Publik lalu dibuat penasaran dengan sebutan suami Egis yang berstatus sebagai istri polisi.

Egis kemudian menjawab pertanyaan itu.

“Bu, mau tanya kalau suaminya polisi istrinya bisa jadi Bhayangkari, kan? Lalu kalau istrinya yang polisi apa suaminya juga bisa jadi Bhayangkara?” tanya seorang netizen.

Egis pun menjelaskan bahwa tidak ada perkumpulan untuk suami polisi selayaknya perkumpulan istri polisi yang sering disebut Bhayangkari.

“Dari ribuan komen, banyak banget yang nanyain ini. Enggak gitu konsepnya. Ada yang bilang Bhayangkoro di komen,” kata Egis.

“Jadi buat suami-suami sipil, swasta atau PNS, atau yang lainnya. Enggak ada persatuan para suami polwan.

Mohon izin para istri polisi namanya ibu-ibu Bhayangkari, mohon izin, Bu.

Kalau aku enggak salah, memang enggak ada itu persatuan suami-suaminya polwan itu.

Jadi suami aku biasa aja. Sama seperti suami lainnya, suami aku kepala rumah tangganya,” sambung Egis kemudian.

2 Tahun Berlalu, Begini Kabar Guru S2 yang Dulu Dinyinyiri Tetangga Nikahi Sopir Truk, Makin Makmur

Tahun 2019 lalu, seorang guru lulusan S2 bernama Zuraiha Zaini sempat viral karena memutuskan menikah dengan seorang sopir truk bernama Hafis Hozahli.

Sehari-harinya Hafis bekerja sebagai sopir truk.

Karena fakta itu, pernikahan Zuraiha sempat dinyinyiri para tetangga.

Mereka heran mengapa Zuraiha yang merupakan lulusan S2 mau diperistri oleh seorang sopir truk.

Namun kini setelah 2 tahun berlalu, Zuraiha membuktikkan jika nyinyiran tetangga salah besar.

Melalui Instagram, Zuraiha kerap mengunggah foto-foto mesra bersama sang suami.

Zuraiha banyak mengunggah foto-foto kenangan ketika ia menggelar pernikahan.

Dalam salah satu unggahan, Zuraiha juga memuji kerja keras suami.

Di postingan tersebut, ia mamajang foto tangannya dan tangan sang suami.

Melalui caption unggahan, Zuraiha lantas menulis:

“Tangan yg cari duit sara anak & isteri, angkat tong gas.

Tangan yg mengajar, masak, basuh pinggan, basuh baju, sidai baju, lipat kain, kemas rumah, tanam pokok, siram pokok, mop lantai, cuci tandas, siapkan bekal suami g kerja, lempang n cubit anak orang, menulis, susun buku.

And so much more.”

Tak hanya itu, pasangan ini juga tengah berbahagia karena baru saja dikaruniai anak laki-laki.

Hal ini terlihat dalam unggahan terbaru Instagramnya pada 15 April 2021.

Zuraiha memajang 2 foto sang putra yang baru saja terlahir ke dunia.

Gaji Suami Lebih Besar

Dahulu ketika mendapat nyinyiran, Zuraiha sempat menjawab jika gaji suaminya sebagai sopir truk sebenarnya cukup besar.

Dalam salah satu jawabannya pada seorang netizen, Zuraiha mengungkap jika suaminya adalah sopir yang mengangkut gas merek petron dan petronas.

Terungkap pula bahwa gaji yang ia dapat bisa sampai 4 sampai 5 kali gaji senilai 3 hingga 4 juta per bulan.

Wanita yang bekerja sebagai guru itu bahkan menyebut gaji suaminya lebih besar dari penghasilan yang ia dapat tiap bulan.

“Jangan pandang rendah pekerjaan sopir truk. Kami sekeluarga menerima dia seadanya, karena sikapnya yang tanggungjawab, penyabar, dan suka membantu,”

“Bagi saya menikah itu tak perlu lihat taraf pendidikan,”

“Yang wajib dalam pernikahan itu hanyalah mas kawin. Kami pun menikah secara sederhana,”.

“Yang penting adalah calon suami kita itu bisa jadi kepala keluarga yang bertanggungjawab,” ujarnya.

Zuraiha juga mengaku bangga dengan suaminya karena perjuangannya dalam mencari nafkah.

Dia mengaku sudah mengenal suaminya sejak di SMA, 10 tahun lalu.

“Saya meneruskan ke perkuliahan. Sementara dia tidak bernasib baik,”

“Selepas SMA, dia bekerja serabutan di kampung. Dia kemudian menjadi sopir truk, dari awalnya mengantar barang di kawasan setempat, kemudian keluar dari kampung, saat kami tunangan Januari lalu,” ujar Zuraiha.

Ia mengatakan, cibiran soal pernikahannya itu mulai bermunculan saat dia masih berpacaran.

Bahkan, hendak menikah pun, ada kerabat yang mempertanyakan keputusannya.

“Ada sepupu tanya kenapa saya tidak menikah saja dengan guru lain atau teman kuliah. Itu ditanyakan 24 jam sebelum saya menikah,”

“Saat resepsi, ada tetangga kampung tanya ke ayah dan ibu saya, kenapa saya ini punya gelar master tapi dinikahkan dengan sopir truk. Tak pantas kata mereka,”

“BIla ada yang bertanya soal suami saya, saya akan bangga bilang kalau suami saya sopir truk. Jodoh adalah ketentuan Tuhan,” ujar Zuraiha.

Zuraiha juga memastikan kalau keluarganya tak meminta uang hantaran yang tinggi.

“Saya bersyukur dan terharu, karena keluarga saya minta uang hantaran sesuai kemampuan keluarga laki-laki,”

“Keluarga suami kemudian memberi kami Rp 27 juta, nilai yang melebihi ekspektasi saya,” kata Zuraiha.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*