Atalia Praratya Bagikan Momen Saat Zara Lukis Wajah Eril, ‘Tanda Cinta Teteh Zara Untuk Aa Tercinta’

Atalia Praratya, istri dari Ridwan Kamil, kembali membagikan momen haru di laman Instagram.

Atalia Praratya bagikan momen ketika sang putri, Camillia Laetitia Azzahra atau Zara melukis wajah mendiang sang kakak yang tersenyum, Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril.

Melalui unggahan di Instagram, istri Ridwan Kamil tersebut membagikan sederet fotonya.

Atalia juga menyebut bahwa proses pembuatan lukisan itu menghabiskan waktu selama 12 jam.

“Tanda cinta teteh Zara untuk Aa tercinta,” tulis Atalia Praratya dilansir dari Instagram, Kamis (16/6/2022).

“Oil on canvas 50 x 50, 12 jam,” sambungnya.

Sebelumnya, lukisan wajah Eril yang tersenyum itu sempat dibawa oleh Zara saat mengantar kepergian Eril menuju tempat peristirahatan terakhir.

Saat jenazah Eril dimakamkan, Zara duduk di samping ibundanya, Atalia Praratya.

Lukisan wajah Eril tersenyum itu dipegang oleh Zara.

Tak sedikit, netizen ikut memberikan komentar di unggahan Atalia Praratya.

“Baguss banget gambarannya kak Zahra masyaallah,” tulis @ri145tzy.

“MasyaAllah luar biasa, tetap berkarya di tengah kesedihan.. keluarga kang Emil luar biasa,” tulis @larascempaka_.

“MasyaAllah cantik banget lukisan nya teteh,” tulis @dalfiyyahdalfa07.

“Kita semua bangga dan kagum sama keluarga ibu Atalia,” @parahsitemol.

Atalia Praratya tabah dan ikhlas melepas kepergian Eril

Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil, tabah dan ikhlas melepas anak sulungnya, Emmeril Kahn Mumtadz.

Emmeril Khan Mumtadz atau Eril telah dimakamkan pada Senin (13/6/2022).

Atalia Praratya telah mengikhlaskan kepergian putranya tersebut.

Meski sempat bersedih dan cemas karena putra tercintanya hilang di Sungai Aare, istri Ridwan Kamil tersebut kini dapat mengikhlaskan Eril.

Ketegaran istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil itu pun membuat banyak orang tersentuh.

Salah satunya Yane Ardian Racham, istri dari Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Belum lama ini, Yane Ardian bertemu dengan Atalia di tengah suasana berkabung.

Meski begitu, ia terpukau melihat senyuman indah di wajah Atalia.

Di pertemuan itu, Atalia tetap terlihat tersenyum dan sangat tegar.

“Kemarin malam Kami semua senang melihat ibu @ataliapr sumringah, banyak cerita dengan mata berbinar-binar (as a proud Mother),” tulis Yane Ardian dikutip TribunStyle dari Instagram, Rabu (15/6/2022).

Kehadiran Atalia Praratya pada malam itu juga memberi banyak pelajaran untuk Yane Ardian.

Yane menceritakan hal yang disampaikan oleh Atalia Praratya ketika berbicara tentang kepergian putra tercinta.

“Dari banyak yang disampaikan, saya ingin berbagi perkataan Beliau di sini, ‘Sesungguhnya hidup ini ibarat kita sedang berada di sebuah waiting room (ruang tunggu), menunggu giliran kembali ke hadirat Allah. Dan saat ini A’Eril duluan’,” sambungnya.

Yane kemudian menceritakan bahwa Atalia tak pernah menyesali perbuatannya di Bern ketika menghabiskan saat-saat terakhir bersama Eril.

Ia tidak menyesal tak melarang Eril untuk berenang.

Menurut Atalia, musibah di Sungai Aare merupakan suatu hal yang sudah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa.

“Beliau melanjutkan, ‘Bisa saja waktu itu (saat di Bern) saya melarang A’Eril renang. Saya minta A’Eril diam di kamar dan saya selimuti nya, memastikan A’Eril aman. Tapi kan bukan begitu pola pikirnya.. dimanapun A’Eril berada kalau memang hari itu sudah waktunya.. tidak ada yang bisa menghalanginya’,” tambahnya.

Yane tak memungkiri bahwa melepas sosok yang dicintai bukanlah hal yang mudah.

Namun untaian doa terus mengalir berkat kisah heroik putra Ridwan Kamil dan Atalia.

Menurut Yane, hal itulah yang membuat mereka tetap tabah.

“Semua itu menjadi penguat bagi keluarga, sehingga kepergian A’Eril pun menjadi Kepulangan TERINDAH bagi keluarga. Hanya orang-orang beriman yang mampu memaknai ini,” imbuhnya.

Yane kemudian menceritakan tentang kelapangan hati Atalia Praratya dalam melepaskan Eril.

Sikap keluarga Ridwan Kamil dalam menghadapi kepergian Emmeril Kahn Mumtadz menjadi pelajaran bagi semua orang, termasuk Yane, bahwa iman adalah sebaik-baiknya bekal hidup.

“Terakhir bu Atalia menyampaikan ke saya, ‘Teh.. Sudah bukan waktunya lagi saya terus bertanya dan meratapi ‘mengapa ril?’ Tapi sekarang waktunya saya MEMANTASKAN DIRI sebagai seorang hamba Allah yang menentukan hidup dan mati nya kita’,” kata Yane.

Tak lupa, Yane juga mendoakan agar mendiang Emmeril Kahn Mumtadz mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.

“Kita doakan bersama Almarhum menjadi Ahli Surga. Aamiin yaa Rabbal alamin,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*