Cuci Darah di Usia Muda, YouTuber Ini Tawari Istri Bercerai

Cerita YouTuber Yassir dan Riri rupanya disorot oleh netizen lantaran perjuangan mereka dalam dalam suka dan duka menjalani bahtera rumah tangga. Bukan tanpa alasan, Yassir yang divonis gagal ginjal di usia muda membuatnya pasrah dan sempat menawari Riri untuk cerai. Bagaimana kisahnya?

Kisah Yassir dan Riri sempat terpampang di kanal YouTube milik mereka hingga membuat Arie Untung dan Fenita Arie ikut tersentuh. Hal itu yang membuat mereka hadir sebagai bintang tamu di kanal The Untungs untuk menceritakan kisah perjalanan suka dukanya.

Awal pertemuan Riri dan Yassir bermula dari sebuah media sosial. Keduanya bertemu hingga akhirnya memilih untuk menikah muda meski usia mereka tak terpaut jauh. Dalam setahun pernikahan, keduanya masih menjalani kebahagiaan layaknya pengantin baru.

“Setahun pernikahan, sehat. Tahun 2015 mulai sakit,” ujar Riri, dikutip VIVA, Kamis, 27 Januari 2022.

Di tahun kedua pernikahannya, Riri harus melihat suaminya mengalami kaki yang bengkak. Tak hanya itu, gejala lainnya yang tak biasa adalah kebiasaan Yassir yang kerap mengompol saat pagi hari.

“Pertama nih ya, aku ini masih bulan puasa itu setiap sholat tiap rukuk, setiap sujud atau setiap duduk tahiyat itu kayak keras gitu kaki itu. Jadi ternyata itu sudah mulai bengkak itu ya, bukan kesemutan. Gerak udah mulai bengkak. Aku enggak ngerasa kaki bengkak dua-duanya. Terus setiap bangun pagi sering kayak kaki kedinginan sampai kayak lemes gitu enggak bisa bergerak setiap pagi-pagi, kadang-kadang. Itu masih masih tahap awal ya,” tutur Yassir.

“Pagi itu udah ngompol. Padahal kan kalau misalnya baik-baik aja, dia bisa bangun malam ke kamar mandi. Ini tuh enggak,” tambah Riri.

Riri pun lantas segera melaporkan kondisi Yassir yang tak biasa pada ibu mertuanya. Dalam beberapa pekan, Yassir menunjukkan gejala lain dengan penambahan berat badan yang tak biasa hingga 6 kilogram.

“Lumayan naiknya sampe 5-6 kilogram,” kata Riri.

“Awalnya cuma 49 kilogram. Padahal itu ternyata penumpukan cairan secara tidak langsung,” jawab Yassir.

“Beratnya bukan daging, tapi cairan,” imbuh Riri.

Awalnya, Riri berkilah bahwa kenaikan berat badan Yassir lantaran bahagia dalam pernikahannya. Namun, kenaikan berat badan itu mulai dicurigai saat kaki Yassir kena meja dan justru terlihat seperti ‘penyok’.

“Belum parah banget, jadi kayak enggak berasa banget. Cuma layaknya lebih berat gitu. Pernah ketahuan, jadi kakinya tuh kayak kepentok apa kan. Kalau gendut tuh balik lagi. Ini tuh jadi kayak penyok,” jelas Riri.

Akhirnya mereka memutuskan untuk ke dokter paru dan memeriksa secara keseluruhan. Rupanya, di sini didapati jantung Yassir mengalami masalah hingga harus pengobatan selama berbulan-bulan.

“Jantungnya bocor. Pengobatan jantung dulu 2 bulan. Tapi masih sesak, kakinya kayak kinclong, kayak balon udah mau pecah gitu,” beber Riri.

Saat itu, dokter pun menyarankan agar mereka melakukan cek medis secara menyeluruh hingga terlihat ginjalnya bermasalah. Bahkan, dokter memvonis Yassir mengalami gagal ginjal di usianya yang masih 22 tahun.

“Coba pengobatan alternatif malah makin parah. Akhirnya masuk rumah sakit,” terang Riri.

“Yang pasti tiap malem sesak. Kalau tidur duduk,” jelas Yassir.

“Badannya makin ngembang,” imbuh Riri.

Akhirnya, terapi yang dijalani Yassir secara rutin adalah cuci darah. Dengan begitu, berat badannya akan terjaga serta tubuhnya yang mampu berfungsi dengan baik. Cuci darah itu pun rutin dijalaninya untuk membuang kotoran di tubuh lantaran ginjalnya tak bisa lagi berfungsi.

“Jadi ketika mau cuci darah, beratnya Yassir bisa sampe 49 kilogram. Berat Yassir kan 45 kilogram. Jadi yang 3 kilogramnya itu mesti dibuang. Pas cuci darah selesai jadi 45 kilogram. Seiring Yassir makan dan minum, bertambah juga (beban) ginjalnya,” jelas Riri.

“Gagal ginjal makin lama buang air kecil makin habis. Makin jarang,” beber Yassir.

Terdapat dua terapi cuci darah yang dijalani untuk di rumah dan rumah sakit. Proses cuci darah tersebut sempat membuat Yassir berpikir untuk melepas Riri. Seraya mengenang momen dukanya, Yassir menuturkan agar Riri bisa mencari masa depan yang lebih baik dibanding bersama dirinya.

“Semenjak tahu kondisi gagal ginjal harus cuci darah terus menerus. Sempet ngobrol sama mama, nanya ke Riri, karena Riri masih muda. Ngasih pilihan baik-baik. Kalau Riri udah enggak kuat, enggak apa-apa, pisah aja baik-baik. Aku sampaikan ke orangtua,” jelas Yassir.

“Hampir tiap hari bilang tinggalin aja. Almarhumah mertua sampai 2-3 tahun berikutnya Riri masih ditawarin untuk pisah. ‘Enggak apa-apa, nanti kita enggak benci sama Riri. Kita pulang baik-baik’,” tutur Riri seraya mengingat ucapan mertuanya.

Namun, Riri tetap bersabar dan memilih bertahan. Walaupun sempat Yassir tak menjalani cuci darah, Riri dengan setia menemani dan membujuk untuk tetap melakukan terapi. Selang 4 tahun pernikahan, ujian mereka berbuah hasil dengan kelahiran anak pertamanya.

“Hamil 2018. Tahun 2019 lahir,” ucap Riri.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*