Cuma Bisa Sujud Sambil Nangis Saat Suami Digarong Pelakor, Penulis Kisah Layangan Putus Curhat ke Shireen Sungkar, Mommy ASF: Menarik Diri dari Lingkungan

Eca Prasetya atau yang kerap disebut Mommy ASF penulis novel dan web series Layangan Putus curhat panjang ke Shireen Sungkar!

Seperti yang kita tahu, series Layangan Putus memang tengah booming.

Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengetahui series Layangan Putus.

Bahkan nih, meski kamu tidak menonton series tersebut secara langsung, kamu pasti akan menemukan cuplikan atau berbagai hal yang berhubungan dengan series Layangan Putus di mana pun.

Apalagi mengingat bahwa series Layangan Putus diangkat dari kisah nyata.

Diangkat dari kisah nyata seorang ibu rumah tangga, series Layangan Putus ternyata juga menarik Shireen Sungkar untuk berbincang dengan sang penulis.

Melalui YouTube The Sungkars, Shireen Sungkar pun mengorek informasi dari sang penulis mengenai series tersebut.

Ya, penasaran dengan kisah perselingkuhan yang terjadi, Shireen pun menanyakan bagaimana proses Mommy ASF itu bangkit dari keterpurukannya.

“Mbaknya gimana sih bisa melewati itu, dan akhirnya bangun dari keterpurukan?” tanya Shireen Sungkar.

Mommy ASF pun mengungkap jika selama ia mencoba bangkit, yang dilakukannya adalah menarik diri dari lingkungan sambil mendekatkan diri pada Tuhan dan menulis.

“Jadi, muangkin yang bisa ngebantu saya ya kembali lagi ke Allah. Sujud, nangis, nulis,” ujarnya.

“Saya itu waktu ada beberapa rintangan seperti itu, memang jadinya menarik diri dari lingkungan,” imbuhnya.

Dan beruntungnya, di masa itu Mommy ASF kembali dipertemukan dengan teman-teman lamanya.

“Tapi alhamdulillahnya dipertemukan sama, kan saya tadi cerita kalau saya sudah tidak bekerja sewaktu menikah.

Tapi pada saat saya menarik diri, itu temen-temen saya yang dari background edukasi saya, dokter hewan, itu yang membantu,” paparnya.

Di balik kejadian tersebut, rupanya ibu 4 anak itu tidak perneh menceritakan masalahnya pada siapa pun.

Namun, ia memang merasa jika lebih baik untuk menenangkan diri terlebih dahulu.

Hal itulah yang membuatnya berpindah ke Malang dan menemukan rekan-rekan serta pekerjaan baru.

“Saya nggak pernah cerita sih. Cuma waktu itu saya emang memikirkan, kayaknya harus moving dulu (dari Bali), menenangkan diri ke Malang.

Nyari kegiatan di Malang, ternyata di sana ada temen dokter hewan. Jadi saya merapat ke beliau, terus mulai diajakin ke kandang sapi.

Terus nanganin pasien. Nah di situ mulai lah rasa gundah gulana bisa balik lagi ke sana,” ujarnya.

“Dan yang nggak kalah penting juga anak-anak sih. Anak-anak butuh ibu yang bahagia, anak-anak butuh ibu yang tenang,” imbuhnya.

Menurut Mommy ASF, mencari kesibukan dengan bekerja adalah salah satu jalan yang membantunya bangkit.

“Jadi waktu saya memutuskan buat kembali bekerja, saya asah lagi kemampuan saya, itu juga untuk menghilangkan rasa penat, gundah gitu.

Kalau saya gitu cari kesibukan. Kesibukan apa yang bikin saya merasa berharga gitu. Ya udah balik ke dokter hewan.

Di siang hari saya dokter hewan, malamnya saya balik lagi ke anak-anak gitu,” tandasnya.

Wah, bagaimana menurutmu?

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*