Dulunya Hanya Penonton Bayaran Tapi Kini Berhasil Membeli Hunian Seharga Rp 1,3 Miliar, Ini Dia Penampakan Rumah Artis Marshel Widianto

Isi rumah artis Marshel Widianto yang baru saja dibeli akhirnya terungkap.

Rumah artis Marshel Widianto ini dibeli dengan harga yang cukup fantastis yaitu Rp 1,3 Miliar.

Uniknya, rumah artis Marshel Widianto ini ternyata dibayar dengan berhutang terlebih dahulu.

Pihak-pihak yang meminjamkan uang kepada Marshel di antaranya adalah Denny Cagur dan beberapa rekan di stand up komedi.

“Rp 500 juta dapat dari Pak Denny. Terus Rp 400 juta dapat dari temen saya, anak stand up, tahan aja dulu (siapa). Saya pinjam dua orang dari anak stand up, yang satu (saya pinjam) Rp 100 (juta), ” ujar Marshel yang dikutip dari Youtube ShantyDenny via TribunSolo.com.

Sedangkan sisa Rp 300 juta didapatkan dari honor Marshel sebagai brand ambassador sebuah produk kecantikan.

Meski begitu, Marshel bisa melunasi hutangnya sebanyak Rp 700 juta dalam waktu yang cukup singkat yaitu 3 bulan.

Pencapaian Marshel dalam berkarir di dunia hiburan hingga bisa membeli rumah sendiri memang sangat menginspirasi.

Padahal, komika berusia 25 tahun ini berasal dari keluarga yang berkekurangan dan dulunya hanyalah penonton bayaran.

Melansir Kompas.com, saat menjadi penonton bayaran, Marshel hanya diberi upah sebanyak Rp 19.000 dari yang seharusnya Rp 25.000.

“Dipotong Rp 6.000 sama teman sendiri. Jadi kayak (sudah) miskin enggak solid gitu, sekarang dia miskin karena kelakuannya, masih ada, tahu dan ingat (sampai sekarang),” kata Marshel di kanal YouTube Asri Welas.

Paham bahwa banyak anak yang tidak seberuntung dirinya, Marshel pun bertekad untuk memberikan wadah bagi anak-anak yang mengalami kesulitan untuk mengasah kemampuannya.

Di rumah artis yang pernah membintangi film berjudul Laundry Show ini, Marshel pun membuatkan area khusus tersebut.

Ruang tersebut adalah ruang yang berisi dua perangkat komputer yang bisa digunakan untuk mengedit video konten.

Terlihat juga satu laptop yang bisa digunakan untuk mempelajari hal-hal yang lebih ringan seperti mengetik.

Jika tidak tertarik dengan komputer, Marshel menyediakan sebuah ruangan lainnya yang berisi peralatan service.

Selain menjadi tempat tinggal, rumah dua lantai ini juga dilengkapi dengan studio podcast yang cukup memadai.

Sementara itu, ruangan-ruangan lain di rumahnya terlihat masih kosong tanpa ada perabotan mahal.

Bahkan, kamar tidur Marshel Widianto sendiri sama sekali tidak ada perabotan, bahkan tempat tidur.

Ini menunjukkan keseriusan Marshel yang lebih memilih membangun karirnya sebagai pembuat konten dan membantu anak-anak yang membutuhkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*