Niat Hati Ingin Semakin Kaya Raya dengan Menggandakan Uang, Dua Tukang Sayur Ini Malah Tewas Mengenaskan Setelah Minum Air Pemberian Dukun

Desakan ekonomi dan keinginan segera bergelimang harta terkadang membuat seseorang memilih jalan pintas.

Seperti halnya 2 tukang sayur ini yang memilih untuk menggandakan uang agar segera menjadi kaya.

Dilansir dari Tribunjabar.id pada Sabtu (20/11/2021), kedua tukang sayur warga Magelang, Jawa Tengah, berinisial L dan W ini menyerahkan uang Rp 25 juta ke dukun berinisal IS untuk dilipat gandakan.

Tapi nahas, keduanya malah ditipu habis-habisan oleh dukun pengganda uang ini.

Tak hanya menyetorkan uang, L dan W juga harus menyerahkan nyawa mereka.

Keduanya berakhir meninggal saat menenggak cairan dalam plastik bening pemberian IS.

IS menyebut bahwa syarat untuk menggandakan uang adalah meminum cairan itu ketika kembali pulang tanpa diketahui siapapun.

Siapa sangka, air itu rupanya telah dicampur apotas yang mengandung racun sianida.

L dan W pun langsung meregang nyawa usai meminum air beracun itu.

Saat polisi berada di TKP, L ditemukan berada di kursi sopir dengan kaca mobil terbuka dan tergelak ke arah kiri.

Sementara itu, W tergeletak di luar mobil sebelah kiri depan.

Pihak kepolisian yang mendatangi lokasi kejadian menemukan adanya bungkusan plastik bening berisi sisa racun.

“Air itu ternyata sudah dicampur racun potas, yang mengandung sianida,” ujar Wakapolres Magelang Kompol Aron Sebastian.

“Namun, tersangka mengaku kalau air itu adalah air yang sudah didoakan, berasal dari mata air Sijago (lereng Gunung Sumbing),” lanjutnya.

Hasil autopsi menunjukkan bahwa L dan W meninggal lantaran keracunan.

Melansir dari Kompas.com, ada penjelasan mengapa banyak masyarakat Indonesia yang masih mempercayai dukun dan paranormal di era modern ini.

Psikolog menyebut bahwa manusia memang tak bisa terlepas dari takhayul, kepercayaan, dan cerita lama.

Saat mempercayai takhayul, kekuatan gaib, dan hal mistis semacamnya, membuat manusia merasakan kesenangan dari menemukan sesuatu yang tidak bisa dipecahkan.

Hal ini terjadi lantaran otak manusia memang selalu berusaha mencari jawaban dan makna di balik peristiwa.

Kepercayaan pada paranormal dan dukun ini dipercayai menjadi semacam perisai untuk mencari jawaban, misalnya saja saat terjadi kematian, kehilangan pekerjaan, bencana alam, dan sebagainya.

“Ini adalah keadaan yang tidak menyenangkan,” ungkap Jennifer Whitson, seorang psikolog dari University of Texas.

“Saat kita tidak dapat mengendalikan siituasi, kita akan mengaitkannya dengan hal-hal di sekitar kita,” lanjutnya.

Adam Waytz di Northwestern University di Illinois menjelaskan bahwa fenomena mempercayai dukun dan paranormal ini bisa dikaitkan dengan anthropmorphism.

Anthropomorphism adalah pandangan terhadap makhluk bukan manusia yang memiliki kemampuan seperti manusia.

Contohnya saja seperti adanya roh saat badai yang bisa menyebabkan sakit, atau saat dahan pohon menyentuh daun jendela, kita berpikir ada hantu yang ingin mengirimkan pesan.

Atau bahkan kemampuan makhluk gaib untuk menggandakan uang hingga pesugihan.

“Manusia menciptakan kepercayaan pada hantu karena manusia tidak percaya bahwa alam semesta itu tanpa tujuan,” kata Waytz.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*